Ngoding Ngoding Ngoding Blogging

Tampilkan postingan dengan label RESENSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RESENSI. Tampilkan semua postingan

REVIEW FILM : RED RIDING HOOD (2011)



Film yang disutradarai oleh Catherine Hardwicke ini diperankan oleh Amanda Seyfried (Valerie), Siloh Fernandez (Peter). Film ini diadaptasi dari cerita rakyat dengan judul yang sama.
Dikisahkan bahwa awal cerita dimulai ketika Valerie tinggal di desa di pinggir hutan yang berhantu, melanggar peraturan dari keluarganya untuk tidak sembarangan berbicara dengan orang yang tidak dikenalnya. Ia bersama Peter, menyelinap secara diam-diam ke hutan untuk berburu kelinci. (Pada saat mereka dewasa, Peter dan Valerie ini menjalin sebuah hubungan cinta, namun tidak direstui oleh orang tua Valerie).
Selama bertahun-tahun desa tersebut selalu diganggu oleh manusia serigala. Oleh karena itu, para penduduk sering mengorbankan ternaknya untuk manusia serigala itu agar tidak memangsa manusia. Namun, ketika manusia serigala tersebut memangsa Lucie, adik Valerie, penduduk langsung memburunya. Pada saat perburuan itu, para penduduk berhasil memenggal kepala seekor serigala yang diduga adalah serigala jadi-jadian itu. Namun Adrian tewas dalam perburuan itu Merasa telah menang, para penduduk merayakannya. Namun ketika perayaan, ada seorang yang berpengalaman dalam menangani masalah tersebut berkata, bahwa itu bukan serigala yang dimaksud.
Valerie  mengetahui sebuah rahasia tersembunyi dibalik kematian Adrian dan Lucie yang menurutnya disengaja. Sebelum bertemu Cesaire (ayahnya) dan menikahinya, Suzette (ibunya) telah jatuh cinta pada Adrian, dan lahirlah Lucie dari hasil perselingkuhannya.
Pada malam itu, setelah Valerie ditinggal di sebuah gudang oleh Peter, datanglah serigala jadi-jadian itu dan menyerang penduduk yang sedang berpesta. Serigala itu membunuh semua penduduk dan melukai seorang penjaga Salomon. Valerie terjebak bersama Roxane, temannya. Roxane tahu kalau Valerie bisa berbicara dengan serigala itu.
Keesokan paginya, penjaga yang terluka itu dibunuh oleh Bapa Salomon. Kemudian ia menginvestigasi semua penduduk, menyimpulkan bahwa serigala itu bersembunyi dalam tubuh adik Roxane yang autis. Kemudia adik Roxane dibawa dan dimasukkan ke dalam Bull Brazen.
Roxane ingin membebaskan adiknya dari siksaan itu, kemudian ia menceritakan rahasia Valerie. Valerie kemudian dipakaikan topeng babi dan dikorbankan kepada serigala jadi-jadian itu. Saat serigala datang penduduk lari ke Gereja suci. Bapa Salomon yang menolong Valerie malah digigit serigala itu yang sebelumnya sempat melukai tangan serigala itu dan akhirnya dibunuh oleh saudara dari penjaga yang pernah ia bunuh dulu. Keesokan harinya Valerie kabur ke rumah neneknya.
Saat dia datang ke rumah neneknya, ia tidak menemukan neneknya, tapi hanya menemukan ayahnya yang menirukan suara neneknya. Nah, di sinilah rahasia terbongkar. Cesaire mengaku bahwa dialah serigala itu. Bahwa semua keturunannya harus menjadi serigala juga. Maka, dia berusaha menggigit Valerie, namun tepat saat itu pula datang Peter yang menyelamatkan Valerie dan berhasil membunuh ayahnya dengan potongan tangan Salomon yang ada kuku peraknya. Kemudian mereka membuang tubuh Cesaire di danau. Peter yang pada saat itu tergigit oleh serigala jadi-jadian itu, memutuskan untuk pergi meninggalkan Valerie.

Cerita ini belum selesai hlo kawan...
Jika ingin tahu kelanjutannya nonton sendiri yaa.
Sebenarnya ide cerita tentang manusia serigala ini sendiri sudah banyak dipakai. Misalnya saja pada film pemburu vampir bernama Van Helsing (2004). Atau yang sekarang masih gentar-gentarnya dibicarakan, yaitu Twilight saga. Film-film tersebut menceritakan hal-hal yang hampir sama. Bahwa, jika ada vampir pasti ada werewolf. Dan bahwa vampir adalah musuh manusia serigala. Tai di film Red Rising Hood ini sedikit berbeda. Jadi, sang manusia serigala akan membunuh orang-orang yang ia rasa bukan keturunannya, dan hanya keturunannya yang dapat berkomunikasi dengannya. Walaupun sedikit membosankan, namun ada saja yang membuat film ini sangat menarik. ....

HIDUP ITU BERWARNA LAYAKNYA GRAFFITI DI TEMBOK SMA


Judul buku          : Gaffiti
Penulis                : Ginny Lyn
Penerbit              : PT Grasindo
Tebal                  : xi+149 halaman


Ada yang hitam… ada yang biru… ada yang putih…

Novel ini menceritakan tentang kisah seorang remaja bernama Morgan Ishtar (panggil MG) yang sedang mencari jati dirinya. Ide cerita memang sudah umum digunakan, namun gaya penceritaannya, jangan diragukan. Sangat bangus.
MG ( G dibaca Ji, yaa), adalah anak orang kaya yang sebelumnya pernah tinggal di London, namun pindah ke Indonesia bersama mama dan adiknya, Sarah. Ayahnya masih tinggal di London karena masih bekerja di kedutaan.
Dia memiliki semua yang pada dasarnya ingin dimiliki semua orang. Hidupnya sempurna. Apa yang selalu ia kenakan, mulai dari baju, sepatu, hingga aksesoris yang bermerk. Dia mempunyai bakat luar biasa di bidang seni lukis. Dia juga mahir dalam bermain piano, hanya dengan menndengarkan lagu sekali, dia sudah mampu memainkan akor pianonya, hebat bukan? Dia menjadi ketua perkumpulan jurnalistik di sekolahnya. Dia punya seorang sahabat bernama Carenina (panggil Kerry) dan seorang kakak angkat bernama Edo. Dia punya mantan kekasih yang selalu ia banggakan bernama Anthony dan masih berharap Anthony mau menerimanya kembali suatu saat (oleh sebab itu, dia memutuskan untuk tidak pacaran demi menunggu Anthony). Dia mempunyai teman yang ia jadikan motivatornya, Yana. Dia punya teman baik lain (yang juga menyukai MG) bernama Venus. Ia mempunyai orang spesial bernama Nagi, yang sering membuatnya salah tingkah.
Walaupun ia memiliki banyak kelebihan. Ada satu hal yang menjadi kekurangannya. Dia tidak begitu berbakat di bidang sains. Berbeda dengan adiknya, Sarah. Nah.. ini lah yang sering membuat mamanya membanding-bandingkan MG dengan adiknya, yang tak jarang berbuntut dengan kemarahannya. dia merasa mamanya tidak adil padanya.
Semua kelebihan dan kekurangannya itu membuatnya menjadi orang yang mandiri sekaligus egois, sombong dan suka meremehkan kemampuan orang lain. Dia selalu menganggap dirinya lebih bisa dari yang lain. Sampai-sampai ia sendiri meragukan kemampuan Kerry, sahabatnya sendiri.
Hubungannya dengan mamanya tidak baik, begitu pun dengan adiknya, Sarah. Apalagi dengan papanya di London sana.
Konflik terjadi ketika ia berseteru hebat dengan mama dan adiknya. Ditambah lagi dia harus keluar dan mengundurkan diri sebagai ketua jurnalistik sekolahnya karena berseteru dengan rekan kerjanya, Steven. Ia merasa hidup itu tak adil padanya. 
Ini adalah dialog ketika MG sedang dinasehati olek kakak angkatnya Edo,

“Kok lu jadi sok dewasa gitu sih? Lu tau apa tentang hidup gue? Gue juga berusaha buat hidup gue tau! Gue sekolah! Gue berusaha buat nyelesain tugas-tugas gue. Apa itu kalo bukan usaha?” tanyaku kesal.
“Tapi tante bilang, lu sering ngeluh. Lu belum ngerasain hidup kayak mereka ini. Tadi pagi contohnya, untuk sarah aja lu ngeluh.”
“Itu kan manusiawi,” kataku.
“Itu namanya nggak mensyukuri, G. Gue bukannnya mau ngeguruin lu gitu. Tapi, tante bener. Lu kadang keenakan hidup,” kata Edo. Aku terdiam. Termangu. Apa yang dikatakan keenakan hidup? Aku nggak minta dilahirin.”-

 Benar-benar tidak mampu bersyukur bukan?

Karena ia merasa sudah tidak ada yang berpihak lagi padanya sekarang,  ia memutuskan untuk pergi ke London menemui ayahnya. Di sana, ia memang benar-benar mengunjungi rumah ayahnya. Namun tidak sampai bertemu dengan ayahnya. Ia bertemu dengan seorang wanita cantik. Di sinilah kejadian mengharukan (bagi MG) terjadi. Saat tengah mengobrol dengan wanita itu, ia melihat ada sebuah grafitty di tembok. Empat gambar orang saling bergandengan dan di bawahnya tertulis nama, “Papa, Mama, Morgan, Sarah”. Pasti kalian bingung ya, kok mengharukan? Darimana? Jadi, si wanita itu mempunyai anak dengan papanya, dan papanya memberi nama yang sama dengan nama MG dan Sarah. Kenapa? Menurut penjelasan wanita itu, dia (papa MG) masih mengingat keluarganya yang di Jakarta dan belum mau menikahi wanita itu. (hloh,kok?).
MG menyadari betapa egoisnya dia, berpikir hal yang buruk tentang orang lain.

Hal yang dapat kita petik dari kisah ini adalah jangan pernah meremehkan orang lain, belum tentu kita itu lebih baik dari mereka.
 “Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki” . Hidup tidak pernah tidak adil kepada manusia. Cukup bersyukur dan semuanya akan terasa nikmat dan memuaskan.

THE SORCERER:S APPRENTICE : SIHIR VS FISIKA


Sutradara       : Jon Turteltaub
Skenario         : Lawrence Konner, Mark Rosenthal
Pemain            : Nicholas Cage, Jay Baruchel, Alfred Molina

Film garapan Sutradara Jon Turteltoub ini mengisahkan tentang seorang perjalanan seorang penyihir bernama Baltazhar (Nicolas Cage).
Cerita dimulai dari sebuah negeri yang dipimpin oleh Merlin (James A.Stephens), seorang penyihir yang terhebat di negeri tersebut. Dikisahkan bahwa Merlin memiliki tiga murid bernama Balhazar, Maxim Hovarth (Alfred Molina) dan Veronica (Monica Belluci). Salah satu diantara murid Merlin inilah yang akan menjadi tokoh antagonis.
Tak seru jika sebuah film tidak menghadirkan peran jahat, bukan. Oleh sebab itu, sang sutradara mengisahkan ada seorang penyihir yang jahat yang ingin menguasai negeri tersebut, bernama Morgana.
Peristiwa pertama yang dikisahkan dalam film ini adalah peristiwa dibunuhnya Merlin oleh Morgana yang dibantu oleh Maxim, yang mengkhianati Merlin. Namun, sebelum meninggal, Merlin sempat memberi wasiat kepada Balthazar bahwa akan ada keturunan Merlin yang mampu mengalahkan Morgana. Cincin naga dari Merlin lah yang bisa memilih siapa keturunan pertama Merlin.
Saat Veronica bertarung melawan Morgana, Veronica memutuskan mengunci jiwa Morgana dalam tubuhnya. Melihat Veronica kesakitan, akhirnya Balthazar mengurung mereka berdua dalam Grim Hold, dan juga Maxim dalam Grim Hold yang lain. Karena ternyata pewaris Merlin adalah seorang anak berusia 7 tahun, maka Balthazar menunggunya sampai ia dewasa baru akan mulai diajari sihir.
Dave dewasa adalah Dave yang penggila Fisika. Oleh sebab itu, ketika Balthazar menceritakan semuanya padanya, ia tidak percaya dan menganggapnya tak masuk akal. Namun, pada akhirnya ia mau juga belajar sihir karena semenjak ia kenal dengan Balthazar banyak kejadian aneh di sekitarnya yang menuntutnya untuk berpikir di luar logika.
Langsung pada ending yaa..
Maxim mengeluarkan Morgana (yang masih berada dalam tubuh Veronica) dan berniat melaksanakan misinya menguasai dunia. Namun, dengan teori fisika milik Dave, rencana itu berhasil digagalkan. Dan dunia selamat.

Komentar :
Ide cerita Film ini sebenarnya sangat biasa. Banyak judul film yang menggunakan ide cerita semacam ini (contohnya adalah Percy Jackson). Memang sebagian besar film Disney selalu mengangkat inti permasalahan serupa, yaitu pertemuan antara orang yang punya sesuatu lebih (dalam film ini penyihir) dengan seorang remaja yang biasa-biasa saja. Namun ada bagian-bagian yang menarik yang membuat film ini tidak terlihat biasa.
Contohnya adalah tidak adanya suasana tegang dalam film. Padahal menurut cerita, dikisahkan bahwa nasib dunia ada di tangan Dave dan Balthazar. lucunya lagi, ternyata Dave lebih tertarik pada sosok wanita lawan mainnya di film ini, Becky daripada misinya menyelamakan dunia. Konyol bukan? Eittss.. tapi di sini lah letak keunikan film ini.

RESENSI FILM POCONGG JUGA POCONG



Film ini bergenre ­drama komedi (bingung?? Kok bukan horror?). Mungkin karena si sutradara (Chiska Doppert) ingin mengubah citra horror si pocong itu jadi dibuat genre drama komedi. Jika dilihat dari ide ceritanya memang unik. Kalau boleh saya bandingkan, cara penceritaannya mirip film yang dibintangi Raditya Dika, si Kambing Jantan yang pernah populer dulu. Pernah lihat bukan?. Jadi si pocong seperti bertindak sebagai narrator, menceritakan kisah hidupnya dari A sampai Z. Begitu.
Pocong juga bisa galau
Ketika galau menghampirimu, bersabarlah..
Itulah cuplikan kalimat si poconggg juga pocong, dalam film dengan judul yang sama.
(Ternyata selain mahasiswa SI yang sering galau, ada juga yang lebih galau lagi nich)
Film ini mengkisahkan tentang perjalanan cinta si pocong itu mulai dari saat ia masih hidup hingga saat ia menjadi pocong. Awal cerita, saat SMA si pocong punya cinta pertama, namanya Syila (Syila atau Sheila yaa??). Mulai saat mereka pertama kali bertemu sampai ia (si pocong) tewas kecelakaan mobil dan akhirnya menjadi pocong yang galau. Eittss.. sampai lupa si pocong belum saya kenalkan, nama si pocong itu adalah Dimas.
Pertanyaannya, kenapa si pocong galau? Masalah utama adalah karena  si pocong harus meninggalkan sang cinta pertamanya dalam keadaan gantung (bingung?). Jadi, sebelum meninggal si Dimas sedang menembak (menyatakan cinta) pada Syila, namun Syila menolaknya (pura-pura menolak sebenarnya). Kebetulan malam itu tanggal 1 april, lantas untuk menutupi rasa kecewanya, dimas mengatakan pada Syila bahwa yang ia katakana tadi adalah bohong (April Moop istilahnya). Karena merasa tersinggung, Syila marah. Hloh kok marah? Iya, karena apa yang barusan Syila katakan juga bohong. Syila langsung minta turun dari mobil. Dan ketika Syila turun dari mobil, Dimas berniat ingin mengejar Syila dengan mobil. Namun naas, Dimas kecelakaan dan langsung meninggal.
Sepeninggal Dimas, lama-kelamaan syila dekat dengan cowok lain.
Masih bingung? Jadi intinya yang membuat galau Dimas itu karena dia ingin mengatakan perasaan sesungguhnya kepada Syila, namun halangannya adalah pertama dia sudah jadi pocong dan yang ke dua sudah ada pengganti Dimas di hati Syila.

Pocong juga perlu di OSPEK
Memang ide cerita ini mahasiswa banget menurut saya. Layaknya seorang mahasiswa baru, pocong pendatang baru pun harus melewati masa-masa OSPEK untuk mendapat pengakuan dari seniornya. Namun lucunya, yang mengOSPEK pocong baru ini bukan pocong melainkan Kuntilanak, yang sejak awal mengikuti cerita si pocong. Benar-benar imajinatif.

Happy ending
Di sini saya tidak akan mengomentari keseluruhan jalan cerita. Jadi, langsung saya fokuskan pada endingnya (yang menurut saya cukup konyol). Kunti (nama si kuntilanak, sahabat baru si pocong) yang selalu menemaninya, merasa kasihan kepada sahabatnya yang satu itu. Akhirnya ia membantu pocong itu untuk menyampaikan isi hatinya pada sang pujaan hatinya, syila, lewat chat. Jadi begini, sejak ditinggal meninggal dimas, Syila masih sering mengirim pesan online (chat) kepada Dimas. Nah, pada suatu malam, Syila mendapat balasan chat dari Dimas. Benar-benar dari Dimas si pocong itu. Isinya tentang perasaannya selama ini pada Syila.
Lalu di mana happy endingnya? Jadi, setelah Dimas mengungkapkan uneg-unegnya, dia merasa sangat lega dan mulai menerima keadaan bahwa sekarang ia punya hidup yang baru. Hidup sebagai pocong yang nggak cupu lagi. SELESAI



AREA X : Hymne Angkasa Raya

SEBUAH PERJALANAN "DUNIA LAIN"

Judul Buku     : AREA X : Hymne Angkasa Raya
Pengarang         : Eliza V. Handayani
Tebal buku        : xxiv+368 halaman
Penerbit             : DAR MIZAN
Edisi                  : Juli 2003


Pernah dengar mengenai UFO?
Kalau cropcircle??
Alien??


Dalam novel karya Eliza V Handayani ini kamu bisa menemukannya. Menemukan setiap misteri mengenai kehidupan makhluk luar angkasa ini. Yang menarik di buku ini adalah settingnya berada di kota JAKARTA, INDONESIA. Penasaran?
Saya bocorin dikit nih ceritanya :
Dengan mengambil latar Indonesia tahun 2015, ketika seluruh negara-negara di dunia mengalami krisis energi dan perang dingin. Dengan mulai banyak penemuan di bidang teknologi, di sini Indonesia tak mau kalah. Dalam buku ini, Indonesia diceritakan mendirikan sepuluh area yang membantu kehidupan masyarakat Indonesia pada masa itu.
Area ke sepuluh (Area X) adalah pusat penelitian di bidang teknologi militer. Area X ini terletak di sebuah daerah rekaan bernama Hadeslan. Berbeda dengan ke Sembilan area lainnya, area X ini bersifat ultra rahasia. Karena itulah, seorang mahasiswa bernama Yudho tertarik untuk menyusup dan ingin mengetahui apa yang ada di dalam area ini. Dalam penyusupan itu, Yudho mengajak temannya, Rocki. Namun saying, pada akhir petualangan Yudho di area X ini, Rocki tertangkap dan terbunuh. Sejak saat Yudho berhasil keluar dari area X tersebut ia merasa selalu diawasi. Hingga pada akhirnya ia bertemu dengan Elly, seorang mahasiswa juga, yang tertarik dengan UFOlogi. Berdasar hasil riset yang dilakukan Elly, Elly menyimpulkan bahwa ada kegiatan di dalam area X yang berhubungan dengan UFO (Unidentified Flying Object). Pada awalnya Yudho tidak percaya pada Elly, namun pada akhirnya setelah ia mengalami berbagai kejadian yang semula diteorikan oleh Elly, barulah ia percaya.
 Dari sini lah petualangan-petualangan Yudho dan Elly dengan alien-alien dimulai. Hloh kok? Alien?

Komentar saya :
Awal cerita memang sedikit membosankan, karena disamping bahasa yang digunakan sangat baku buku ini juga mengajak saya berpikir tentang teori-teori sains yang menurut saya dsangat menyeramkan (pada waktu itu).
Dalam buku ini, banyak istilah-istilah tentang UFOlogi juga lhoh, yang pasti belum pernah kalian dengar.
Ada banyak hal yang cukup menarik perhatian saya ketika membaca buku ini. Novel ini menghubungkan cerita fiksi dengan teori-teori sains, seperti ­zero point dan anti gravitasi. Teori-teori yan katanya bisa membuat teknologi nuklir seperti mainan anak-anak.
Satu hal lagi yang menarik, novel ini menceritakan kehidupan mahasiswa yang konon mempunyai sifat yang kritis. Sesuatu yang jarang ditemukan di dunia nyata sekarang ini , bukan?
Namun diantara hal yang menarik itu, terselip sesuatu yang janggal pula. Contohnya cerita pada saat penyelamatan pesawat alien pada tahun 1961. Aneh, bukan. Coba saja tengok sejarah Indonesia, pada sekitar tahun 60an kan masih gencar-gencarnya perang dengan PKI?
Tapi sudahlah. Toh hal itu tidak membuat cerita ini menjadi membosankan pada akhirnya.
 Mau berpetualang dengan alien?
Baca buku ini deh. Dijamin nggak nyesel.




AYAHKU MEMANG BUKAN PEMBOHONG



Judul Buku       : Ayahku (bukan) Pembohong
Pengarang       : Tere Liye
Penerbit          : Gramedia
Tahun Terbit   : 2011
TEbal Buku      : 299 halaman

Ayahku (bukan) Pembohong, merupakan buku karangan Tere Liye.
Tere-Liye adalah pengarang beberapa novel dengan rating tinggi di website para pencinta buku www.goodreads.com. Tere-Liye banyak menghabiskan waktu untuk melakukan perjalanan, mencoba memahami banyak hal dengan melihat banyak tempat. (gramediapustakautama.com)
Buku ini menceritakan tentang seorang anak yang dibesarkan dengan kisah-kisah petualangan ayahnya yang luar biasa, hingga ia tumbuh dengan cara berpikir yang berbeda dengan orang lain. Adam, begitu ayahnya memanggilnya. Adam, ayah serta ibunya tinggal di kota dengan sederhana. Ayahnya sangat terkenal tidak pernah berbohong di kotanya.
Setiap hari ayahnya selalu menceritakan petualangan-petualangannya kepada Adam, saat sang ayah menemukan suatu desa yang sangat jauh dari peradaban dan memakan apel emas, saat ayahnya berteman dengan pemain sepak bola legendaris dunia, dan saat ayahnya mengendarai layang-layang dari suku penguasa angin. Adam selalu meraga kagum akan petualangan hebat ayahnya tatkala ayahnya menceritakannya padanya.
Namun yang membuatnya bingung, setiap ayahnya bercerita, Adam tidak boleh menceritakan cerita-cerita itu ke teman-temannya. Walaupun dalam hatinya dia merasa bingung, namun pertanyaan itu ia simpan dalam hati.
Ia di sekolahkan di sekolah terpencil yang berjarak 8 jam dari kotanya, sebut saja Akademi Gajah. Sekolah yang tak seperti sekolah lain, sekolah yang luar biasa, yang mencetak orang-orang hebat. Tetapi suatu ketika ia menemukan beberapa buku usang dan mulai meragukan cerita ayahnya.
Ia menemukan beberapa buku usang yang berisi cerita tentang suku penguasa angin dan layang-layang terbang yang bisa dikendarai serta cerita tentang sebuah desa terpencil yang ditumbuhi pohon apel emas. Sejak saat itulah ia mulai tidak mempercayai cerita ayahnya dan mulai menganggap ayahnya adalah seorang pembohong. Mengapa ayahnya menceritakan cerita dongeng itu padanya dan mengaku bahwa itu adalah petualangannya? Hingga saat ibunya meninggal karena sakit ayahnya hanya mengatakan ibu baik-baik saja dan bahagia.
Ketika Adam telah berkeluarga, ia selalu berusaha menjauhkan anak-anaknya dari ayahnya. Ia tidak ingin anak-anaknya mendengarkan cerita-cerita bohong ayahnya sama seperti yang ayahnya lakukan padanya dulu. Dia tidak ingin ke dua anaknya tumbuh dengan cara yang sama, dengan cerita bohong kakek mereka.
Namun apa ayahnya benar-benar seorang pembohong?
Temukan jawabannya dengan membaca buku,  Ayahku Bukan Pembohong ini.
Ada banyak kisah mengharukan dalam buku ini yang tak jarang membuat bulu kuduk kita merinding hingga air mata kita jatuh. Banyak hal-hal manis tentang perilaku antara anak dan ayah dalam buku ini.
Selamat membaca novel kecil ini.

Memang Benar-Benar Lucu Negeri Ini


Judul Film : Alangkah Lucunya Negeri Ini

Sutradara : Dedy Mizwar

Film ini berkisah tentang sulitnya mencari uang dengan cara halal. Awalnya, Muluk (Reza Rahardian) yang sedang berusaha mencari pekerjaan dengan mengandalkan gelar sarjana Managementnya. Dalam pencariannya itu, dia bertemu dengan seorang pencopet kecil benama Komet (Angga Putra) yang sedang beroperasi di sebuah pasar. Karena merasa tersinggung, lantas Muluk mengikutinya dan memarahinya. Di sinilah awal dimulainya cerita petualangan Muluk bersama perkumpulan copet.

Dengan mengandalkan ilmu managemennya, Muluk mencoba bekerjasama dengan perkumpulan pencopet untuk membantu mengelola uang hasil copetan mereka. Muluk sadar, bahwa pendidikan untuk pencopet itu sangat penting sehingga ia mengajak temannya, Samsul (Asrul Dahlan) untuk mengajari mereka baca tulis dan Pipit (Tika Bravani) untuk mengajari mereka mengaji. Begitulah kisah sehari-hari Muluk dan para pencopet kecil itu, hingga akhirnya ayah Muluk, Haji Makbul (Deddy Mizwar) dan ayah pipit, Haji Rahmat (Slamet Raharjo) mengetahui pekerjaan anak mereka dan merasa kecewa. Akhirnya Muluk memutuskan untuk mengajari pencopet-pencopet kecil itu untuk mengasong. Semua uang hasil copetan mereka dikembalikan ke bos mereka, Jarot (tio Prakusodewo) beserta motor yang sempat Muluk beli. Diantara anak-anak yang mencopet tadi enam diantaranya bersedia mengasong, sedangkan yang lainnya masih bertahan dengan profesi sebelumnya yaitu mencopet.

Pada saat keenam anak tadi mulai mengasong di lampu merah, datanglah Satpol PP yang hendak menangkap mereka. Dengan arahan dari Muluk, yang sedang berada di TKP untuk lari, sontak mereka berlari. Ketika Satpol PP menangkap salah satu dari pengasong tadi, Muluk berusaha menolongnya, dan menyerahkan dirinya untuk menggantikan anak-anak itu untuk ditahan.

Dalam film ini sebenarnya ada banyak kritikan untuk “penguasa” negeri ini. Seharusnya mereka tersindir dan berusaha instrospeksi diri. Mengapa hokum di negeri ini hanya berlaku pada si miskin, dan tidak juga pada si kaya dan penguasa. Apakah jika tidak berduit dan berkuasa mereka rakyat miskin tidak butuh keadilan?

Dalam dialog ketika Muluk menyerahkan dirinya kepada Satpol PP. “Harusnya kalian menangkap koruptor, yang sudah memiskinkan negeri ini, yang sudah memiskinkan kalian. Harusnya kalian punya belas kasihan, mereka hanya mencari rezeki yang halal”. Jika didengar lagi, kalimat itu harusnya menggelitik pemerintah dan menjadi bahan evaluasi mereka.

Memang benar-benar lucu negeri ini. Orang yang mencari penghasilan dengan cara halal malah ditangkap, sedangkan yang mencari penghasilan dengan “mencuri” uang negara masih dibebaskan begitu saja. Apa kata dunia?